Sebelum Menikah, Pahami Terlebih Dahulu Tugas Suami

Sebelum menjadi seorang pemimpin yang baik tentu kamu melalui proses yang sangat panjang. Mendapatkan jodoh yang sesuai kriteria memanglah tidak mudah. Dalam sebuah hubungan, baik itu pacaran maupun yang sudah berkeluarga pasti selalu ada percekcokan dan perdebatan. Percekcokan tersebut terkadang bisa menjadi bumbu dalam sebuah hubungan. Hubungan yang awet pastinya memiliki permasalahan, akan tetapi bagaimana caranya kita menyelesaikan masalah tersebut. Dalam proses menuju pernikahan, biasanya melalui proses pertunangan karena dianggap sebagai perkenalan yang lebih jauh. Dengan melalui proses tunangan, kamu sebagai pasangan tidak boleh melirik sana sini seperti waktu masih single. Cincin tunangan yang selalu menjadi magnet perekat atau tanda bahwa perempuan tersebut sudah bertunangan dan pastinya akan menuju sebuah pernikahan. Maka, kebanyakan orang tua memilih bertunangan terlebih dahulu sebagai proses keseriusan dalam hubungan.

Menjadi seorang imam atau kepala rumah tangga memang tidak mudah. Apalagi pernikahan yang baru seumur jagung. Perlu banyak belajar menjadi kepala rumah tangga yang baik. Jadi, kamu sebagai istri harus selalu support apapun yang dilakukan suami yang bersifat positif. Jika memang suami melakukan kesalahan jangan terlalu di panjang lebarkan dan tidak dimaafkan karena dia sudah langsung meminta maaf kepadamu. Ingatlah janji kalain pada sebuah cincin couple yang selalu terpasang dijari masing-masing. Cincin couple tersebut akan selalu mengingatkan kalian bahwa perjuangan cinta yang selama ini tidaklah mudah. Nah, bagi kamu yang akan menikah. Alangkah baiknya kamu mengetahui apa saja ytanggung jawab suami terhadap istrinya.

1. Menafkahi istri dan anaknya

Tugas utama seorang kepala rumah tangga adalah menafkahi keluarganya. Kasus perceraian banyak terjadi karena para suami tidak menafkahi istrinya dan bermalas-malasan bekerja. Hal ini banyak terjadi baik itu dikalangan biasa dan selebritis. Tingginya pengangguran di indonesia mengakibatkan banyaknya kepala rumah tangga mengalami kemiskinan. Sebagai seorang lelaki kita di tuntut untuk bekerja keras karena yang harus dinafkahi adalah keluarga bukan seorang diri lagi. Biaya hidup yang semakin tinggi seharusnya bisa menjadi motivasi untuk kita bekerja keras. Maka, membangun sebuah keluarga tidak hanya modal cinta akan tetapi harus mapan dari segi materi.

2. Menjadi imam yang baik untuk istrinya

Memilih untuk berkeluarga baik itu diusia muda mauoun diusia yang sudah matang merupakan tanggung jawab besar. Sebagi seorang suami kamu harus menjadi imam yang baik untuk keluargamu nantinya. Sebagi seorang imam yang baik, kamu harus mengajak istrimu menuju jalan yang lebih baik. Jika istri ingin melakukan kesalahan lebih baik di cegah karena akan berakibat dalam urusan rumah tangga nantinya. Dalam menjalankan tanggung jawabnya, seorang suami harus bisa mengayomi dan membimbing istri dan anaknya menuju kebahagian baik itu di akhirat maupun di dunia.  Sebagai seorang imam yang baik, kamu harus bisa menjadi orang yang bijak dalam hal menyelesaikan masalah. Jika ada masalah dalam keluarganya, kamu harus menyelesaikan dan jangan membiarkan masalah tersebut.

3. Mengajarkan hal yang bermanfaat

Sebagai seorang suami, kamu harus memimpin kelaurgamu menuju suatu yang baik. Hal yang baik harus kamu ajarkan kepada anak dan istrimu. Sebagai kepala rumah tangga, kamu juga harus melindungi harga diri istrimu sepenuh hati baik itu dari fitnah dan perlakuan kasar. Sebagai suami yang baik kamu tidak boleh memperlakukan istrimu secara kasar apalagi perlakuan tersebut dilakukan didepan anak, maka akan menjadi pembelajaran yang tidak baik untuk anakmu nanti.

Penjelasan diatas merupakan 3 hal utama tanggung jawab suami terhadapa istri. Semoga bermanfaat untuk yang ingin berkeluarga mauppun yang baru menikah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *